Sudah hampir bulan ini saya telah berhenti merokok dan ini adalah usaha saya yang kesekian kalinya. Kali ini saya memutuskan untuk serius berhenti merokok total, dan syukur sepertinya niat saya tersebut sampai dengan saat ini berhasil saya jalankan. Kalau kita sudah terbiasa merokok, pertama-tama kita berhenti rasanya kurang nyaman. Kata orang yang terbiasa merokok bibir akan terasa asam jika lama tidak menghisap rokok lagi. Entah ini sugesti atau benar secara ilmiah, saya kurang mengerti. Tapi kalau anda sekarang adalah perokok aktif, anda pasti memaklumi “sensasi” rasa asam dibibir ketika sedang tidak merokok😀

Saya tidak berniat untuk menjelaskan akibat negatif merokok pada artikel kali ini karena saya rasa semuanya juga sudah tahu. Mungkin nanti atau selanjutnya, saya akan coba untuk membuat artikel tersebut. Yang ingin saya ceritakan hanyalah sedikit pengalaman pribadi saya yang menyenangkan ketika saya berhenti merokok🙂

Kesehatan fisik yang baik itu adalah salah satu usaha saya untuk terus merenovasi diri agar lebih baik dari sebelumnya. Kesehatan fisik yang lebih baik pula yang menjadi alasan utama saya berhenti merokok. Selama saya merokok sebelumnya akhir-akhir ini saya sering merasakan kondisi tubuh yang kurang baik, seperti stamina yang cepat terkuras dan kadang -kadang dada terasa sesak. Setelah saya berhenti merokok, semua rasa itu berangsur-angsur hilang. Mungkin dalam waktu dekat, saya akan mencoba cek kondisi kesehatan fisik saya ke dokter yang ahli.

Ketika saya menarik napas pun sekarang terasa lebih segar daripada ketika saya masih merokok. Tiap saya bangun tidur, mulut saya tidak lagi merasakan aroma rokok “sisa semalam”,,hehe. Dan ketika saya menguji coba kondisi fisik saya paska berhenti merokok dengan berolahraga hasilnya pun lebih baik.

Selain itu tentunya saya jadi bisa lebih menghemat dana yang mungkin bisa dipakai untuk keperluan yang lebih baik. Pokoknya masih banyak deh kebaikan yang terasa ketika kita telah berhenti merokok. Jika anda seperti saya sekarang ini anda pasti merasakan hal yang sama dengan saya.

Sangat disayangkan ketika saya berhenti, lingkungan dimana saya berada selalu saja ada asap rokok😦 . Godaan itu memang selalu ada, terutama ketika menciup aroma dari asap rokok yang masih familiar tersebut. Jadi adalah sulit bagi saya untuk menghindari asap rokok ketika saya sudah tidak menghisap rokok, sehingga saya pun sebenarnya masih bisa dijuluki seorang perokok,,,yang pasif. Hal ini sebenarnya lebih berbahaya bagi kesehatan, tapi saya yakin jika saya mau berusaha saya pasti bisa menghindarinya.

Andaikan para perokok itu mau mengikuti jejak saya🙂