varenicline buatan Pfizer

Adiksi terhadap rokok sudah dianggap penyakit. Untuk menyembuhkannya, niat dan terapi pengalihan ketergantungan terhadap nikotin tidak cukup. Kini sudah ada obatnya, dan akhir tahun ini akan ada vaksin antirokok😉

Kunci kesembuhan para perokok yang berhasil  menghentikan adiksinya terhadap rokok adalah motivasi kuat dan terapi dengan varenicline, obat yang bekerja pada otak dengan cara menghambat efek menyenangkan rokok.

Menurut sejumlah survei, termasuk dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), sejatinya 70-80 persen perokok ingin berhenti merokok karena tahu benar resikonya terhadap kesehatan, tapi gagal karena tingkat kecanduannya sudah sangat tinggi.

Karena adiksi yang kronis, ketergantungan terhadap rokok harus dipatahkan dengan “senjata” yang kuat, yaitu dengan obat seperti varenicline. Selain itu, WHO merekomendasikan bupropion dan nicotine replacement therapy, yaitu nicotine patch (bentuknya seperti koyo), nicotine gum, nicotine spray, serta inhaler. Namun, dari semua itu yang legal masuk ke Indonesia baru varenicline.

Adapun rokok elektronik, yang sudah banyak dikenal perokok di Indonesia, tidak termasuk yang direkomendasikan WHO sebagai terapi pengganti nikotin. Bahkan Badan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyatakan rokok elektronik mengandung zat karsinogenik (penyebab kanker).

Selain obat dan terapi pengganti nikotin, akan segera datang senjata ampuh pembasmi kecanduan rokok, yaitu vaksin antinikotin keluaran Nabi Biopharmaceuticals, Amerika Serikat. Kini vaksin suntik itu tengah menjalani babak akhir uji klinis tahap ketiga sebelum dilempar ke pasar.

Vaksin itu bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi yang akan berikatan dengan nikotin di dalam darah. Lantaran perikatan antibodi-mikotin ini ukurannya besar, molekul tersebut tak bisa menembus selaput otak. Walhasil, nikotin akan gagal mencapai reseptornya sehingga dopamin, yang menimbulkan rasa nyaman saat merokok, tidak tercipta.

Jika semua berjalan lancar, FDA akan menyetujui kelayakan vaksin ini pada akhir 2011. Dengan begitu, tahun depan sudah tersedia senjata yang lebih digdaya menghentikan adiksi terhadap rokok🙂